Minggu, 30 Juli 2017

VISI DAN MISI



VISI DAN MISI


 Visi
Penyusunan RPJM Desa Prenduan sebagai pedoman program kerja Pemerintah Desa bersama lembaga-lembaga tingkat desa dan seluruh warga masyarakat Desa Prenduan maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa sebagai Pedoman program kerja untuk masa lima tahun merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan oleh segenap warga masyarakat desa Prenduan. Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Prenduan, merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan desa Prenduan disebut juga sebagai Visi Desa Prenduan.

Visi Desa Prenduan disusun dari rangkaian panjang diskusi-diskusi formal maupun informal dengan segenap warga Desa Prenduan atau tokoh-tokoh masyarakat sebagai representasi dari warga masyarakat Desa Prenduan. Visi Desa Prenduan semakin mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk menyusun RPJM Desa Tahun 2015-2020. Dalam kegiatan ini, semakin mendekatkan visi Desa Prenduan dengan kenyataan yang ada di desa dan masyarakat. Kenyataan yang dimaksud baik merupakan potensi, permasalahan maupun hambatan yang ada di desa dan masyarakatnya, yang ada pada saat ini maupun kedepan.
Bersamaan dengan penetapan RPJM Desa Prenduan, dirumuskan dan ditetapkan juga Visi Desa Prenduan sebagai berikut :

“ Terwujudnya Masyarakat Prenduan Yang Makin Sejahtera Dilandasi Nilai Agama dan Budaya untuk Maju Mandiri ”

Visi tersebut mengandung pengertian bahwa cita-cita yang akan dituju dimasa mendatang oleh segenap warga Desa Prenduan.

Misi
Misi Desa Prenduan merupakan turunan dari Visi Desa Prenduan. Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Dengan kata lain Misi Desa Prenduan merupakan penjabaran lebih operasional dari visi. Penjabaran dari visi ini diharapkan dapat mengikuti dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan lingkungan di masa yang akan datang dari usaha-usaha mencapai visi Desa Prenduan.

Dalam meraih visi Desa Prenduan seperti yang sudah dijabarkan diatas dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan baik internal maupun eksternal, maka disusunlah Misi Desa Prenduan diantaranya :
a.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia atas dasar iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b.      Menumbuh kembangkan potensi masyarakat (Sumber Daya Manusia).
c.      Menjamin dan mendorong usaha-usaha untuk terciptanya pembangunan di segala bidang yang berwawasan lingkungan, sehingga usaha-usaha pembangunan berkelanjutan dan lebih terarah serta bermanfaat.
d.     Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak (Birokrasi, Akademisi, Partisipan).
e.      Mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, transparan dan akuntabel.
f.       Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan optimalisasi dalam pemanfaatan sumber daya alam.
  
 Nilai-Nilai

Nilai-nilai adalah hal-hal yang dijunjung tinggi oleh sebuah kesatuan masyarakat dalam perjalanan mewujudkan visi seperti saat ini yang sedang dilakukan oleh pemerintah desa dan seluruh warga masyarakat  Desa Prenduan. Dengan kata lain nilai merupakan prinsip sosial, tujuan, ataupun norma yang diterima oleh individu organisasi atau masyarakat.

Nilai memberikan batasan dan tujuan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam mewujudkan visi. Atas dasar lain itu maka tidak semua cara boleh ditempuh untuk mencapai visi Desa Prenduan maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain Asas kebersamaan, keterbukaan, jujur, adil, demokratis, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan maupun semua warga masyarakat Desa Prenduan, sehigga menjadi sebuah komunitas tingkat desa yang baik dengan karekteristik sebagai berikut:
1.      Transparan. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan atau informasi. Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah desa diberbagai kegiatan. Proses-proses, lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahmi dan dapat dimonitor. Pemerintah desa dalam memberikan pelayanan umum tidak membedakan atas dasar suku, agama dan ras.

2.    Dapat Dipertanggung Jawabkan (Akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban. Para pembuat keputusan dalam pemerintah, sektor swasta dan masyarakat bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga yang berkepentingan. Akuntablitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi.

3.    Demokratis. Demokratis dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.

4.    Partisipatif. Setiap warga masyarakat Desa Prenduan mempunyai suara dalam pembuatan keputusan baik secara langsug maupun tidak langsung melalui perantaraan lembaga yang mewakili kepetingannya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pemeliharaan/pasca konstruksi.

5.    Profesional. Bagi pemerintah Desa Prenduan dalam melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan desa harus mengerjakan secara konsisten, terbuka terhadap kritik dan saran dalam rangka perbaikan kinerja pelayanan kepada masyarakat Desa Prenduan dan para pihak yang berkepentingan.

6.    Keadilan. Bagi semua pemerintahan Desa Prenduan, proporsional dalam pembagian beban kerja dan perolehan pendapatan dengan mengingat aturan yang berlaku. Bagi seluruh warga masyarakat, proposional dalam menerima pembagian beban tanggung jawab dan keuntungan baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan pembangunan desa yang ada

7.    Kesetaraan dan Keadilan Gender. Seluruh warga masyarakat Desa Prenduan tidak diperbolehkan membeda-bedakan perlakuan dan kesempatan atas dasar jenis kelamin dan orientasi seksual.

8.    Egaliter. Seluruh warga masyarakat Desa Prenduan mengakui bahwa pada dasarnya setiap orang mempunyai posisi dan berkedudukan yang sama.

9.    Kelestarian Lingkungan. Seluruh warga masyarakat Desa Prenduan berkewajiban menciptakan situasi dan kehidupan sosial yang ramah lingkungan.

10.    Merdeka. Semua warga masyarakat  desa Prenduan terutama pemerintah Desa Prenduan harus bebas dari campur tangan manapun, terutama pihak yang tidak berhak dan selektif dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain.

0 komentar:

Posting Komentar