http://4.bp.blogspot.com/-1cRM19sJnXU/VuJzrSUQgfI/AAAAAAAAAZs/8XqWTspZX1E/s000/2.jpg

Sabtu, 12 Agustus 2017

KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI



KONDISI SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI

Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya masyarakat serta aktifitas masyarakat Desa Prenduan banyak dipengaruhi oleh kegiatan sosial keagamaan. Adapun yang aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut terdiri dari beberapa unsur yakni pemuda, muslimat (kaum perempuan), dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
a.    Karang Taruna, kegiatan yang dilakukan meliputi olah raga, diskusi, kepemudaan, Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN).
b.    Remaja Masjid, kegiatan yang dilakukan meliputi Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Majlis Ta’lim, diskusi keagamaan.
c.    PKK, kegiatan yang dilakukan meliputi pembinaan warga khususnya bagi perempuan, pengajian rutin, pelatihan.
d.   Adanya kader kesehatan yang cukup, terutama di posyandu di setiap dusun.
e.    Pengajian, kegiatan yang dilakukan meliputi tahlilan, yasinan, arisan, musyawarah.
f.     Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri, dimana masing-masing kelompok tani mengadakan kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan rutin meliputi tahlilan, diskusi pengembangan Pertanian.
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan modal atau potensi yang kuat dalam membangun Desa Prenduan dan dapat dijadikan wahana transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelanjutan pembangunan Desa Prenduan.
Adapun permasalahan secara umum dari bidang Sosial Budaya di setiap dusun diantaranya :
1.    Pendidikan
a.       Pendidikan, banyak anak usia sekolah, kekurangan biaya sekolah dan peralatan alat tulis dan seragam sekolah
b.      Gedung SD Negeri kekurangan ruangan dan meubeler untuk kegiatan belajar mengajar.
c.       Kondisi Fasilitas Pendidikan kurang memadai.
d.      Banyaknya siswa putus sekolah dengan alasan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mendukung untuk melanjutkan sekolah.
e.       Rendahnya kualitas sumberdaya manusia pemuda dan remaja.
f.       Banyaknya pemuda dan remaja yang menganggur setelah tamat sekolah.


2.    Kesehatan
a.    Ibu hamil, banyak warga masyarakat hamil yang memeriksakan kehamilannya tidak secara rutin, kurangnya gizi, kurangnya pengetahuan akan kesehatan ibu hamil dan tidak mampu melakukan persalinan di puskesmas/bidan.
b.    Kesehatan Balita, banyak anak usia balita yang kurang gizi, kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya kesehatan anak balita, dan kurang lengkapnya fasilitas pelayanan warga masyarakat dan anak yang dimiliki oleh posyandu dan poskesdes.
c.    Banyak janda dan jompo yang tidak dapat menghidupi dirinya dan ketidak mampuan menghidupi dirinya dan meningkatkan penghasilannya.
d.   Kurangnya kesejahteraan kader posyandu dan PKK Desa.
e.    Rumah Tangga Miskin membutuhkan alat kontrasepsi.
f.     Banyak warga yang menderita penyakit ISPA waktu musim pancaroba.
g.    Ponkesdes belum maksimal dalam melaksanakan program pelayanan kesehatan karena bidan desa tidak menempati tempat praktek yang telah disediakan oelh pemerintah daerah.
h.    Minimnya biaya yang dimiliki oleh Rumah Tangga Miskin untuk berobat.
i.      Sarana dan Prasarana MCK yang belum ada.


3.    Sosial Budaya
a.         Banyaknya pengangguran
b.        Banyaknya anak putus sekolah
c.         Tempat sarana dan prasarana olahraga tidak terawat
d.        Kegiatan karang taruna tidak ada
e.         Kondisi pemukiman Rumah Tangga Miskin tidak memenuhi syarat kesehatan
f.         Kurangnya kesejahteraan guru ngaji
g.        Masjid perlu penyelesaian dalam pembangunannya
h.        Mushalla perlu perbaikan.
i.          Kegiatan kesenian tradisional kurang berkembang karena kurang adanya pembinaan.

  Perekonomian Desa
Permasalahan ekonomi Desa Prenduan adalah Kurangnya pelatihan-pelatihan, banyak masyarakat yang tingkat sumber daya manusianya rendah dan tidak punya keahlian atau keterampilan di segala bidang usaha Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perdagangan, koperasi dan industri. Dengan demikian menyebabkan beberapa permasalahan pada yaitu :
1.    Pertanian
a.    Hasil pertanian rendah dan tidak berkembang.
b.    Kelangkaan pupuk dan harga mahal
c.    Pemupukan di lahan sawah belum maksimal
d.   Kurangnya bibit padi dan buah-buahan, kayu tahunan
e.    Hama tanaman menyerang tanaman petani
f.     Hasil pertanian kurang baik karena kurang air dan pengerjaan manual
g.    Lahan pertanian tidak tergarap karena merupakan lahan tadah hujan
h.    Kualitas SDM dari petani rendah sehingga hasil panen tidak optimal
i.      Pada musim kemarau hasil panen merosot
2.    Peternakan dan Perikanan
a.    Usaha peternakan kurang berkembang karena kurangnya modal
b.    Usaha peternakan warga bersifat tradisional
c.    Pengetahuan warga tentang peternakan terbatas
d.   Belum ada penyuluhan peternakan yang berkesinambungan
3.    Perdagangan Koperasi dan Industri
a.    Kurangnya modal untuk kelompok usaha kecil dan pedagang keliling
b.    Tidak ada wadah menampung hasil warga (KOPERASI)
c.    Keterampilan warga rendah
4.    Pinjaman bergulir
       Masih banyak warga masyarakat yang meminjam kepada pihak ke tiga yang memberatkan dengan tingkat bunga yang sangat tinggi, dan ketidakmampuan (jaminan) dan atau ketidaktahuan warga masyarakat mengakses kredit/pinjaman terhadap bank, serta minimnya modal pinjaman yang diberikan.
3.3  Prioritas Pembangunan Desa
Sasaran kegiatan yang akan dilaksanakan pada dasarnya merupakan bentuk jawaban terhadap apa yang masyarakat ungkapkan pada saat berlangsung kajian permasalahan di tingkat basis.
Kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dan sifatnya mendesak adalah :
a.    Memberikan bantuan modal usaha dan modal kerja kepada masyarakat yang layak dibantu serta kekurangan dalam permodalan yang bertujuan untuk mengembangkan usaha dan kerja sehingga dapat memperbaiki taraf hidupnya.
b.    Menggalakkan dan meningkatkan wajib belajar sembilan tahun melalui santunan bea-siswa dan bantuan sosial serta memberikan kegiatan ketrampilan kejuruan bagi remaja, pemuda putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sehingga mempunyai keterampilan yang dapat membuka usaha sendiri, serta mengurangi angka pengangguran.
c.    Melaksanakan pembangunan infrastruktur sarana & prasarana lingkungan yang sesuai  dengan kebutuhan masyarakat yang berdaya guna dalam kehidupan sehari-hari.
d.   Melaksanakan kegiatan yang sifatnya santunan sosial kepada masyarakat yang kurang mampu. Pemberian pengobatan gratis dan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, sehingga kebutuhannya akan gizi dapat tercukupi. Bantuan  yang berupa santunan sifatnya untuk mengatasi masalah sehingga pemberian itu tidak hanya satu kali tapi akan ada kelanjutanya.
e.    Menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan pengusaha dalam rangka memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di lingkungan itu sehingga permasalahan tenaga kerja dan kekurangan lapangan pekerjaan yang ada dapat dikurangi.
f.     Membuka lapangan kerja menumbuhkan daya cipta produktivitas hasil keterampilan. kelembagaan masyarakat yang harmonis, rukun, damai sehingga tercipta perdamaian dan kesejahteraan masyarakat yang kondusif. Nilai-nilai moralitas yang tinggi serta peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT sehingga nilai-nilai luhur dimasyarakat tidak terkikis oleh zaman yang semakin maju dan modern dengan bentuk melakukan kegiatan kerohanian, tahlilan, karang  taruna dan Lain-lain.

ASAS - ASAS DESA PRENDUAN



  Asas – Asas Desa Prenduan
Nilai-nilai adalah hal-hal yang dijunjung tinggi oleh sebuah kesatuan masyarakat dalam perjalanan mewujudkan visi seperti saat ini yang sedang dilakukan oleh pemerintah desa dan seluruh warga masyarakat  Desa Prenduan. Dengan kata lain nilai merupakan prinsip sosial, tujuan, ataupun norma yang diterima oleh individu organisasi atau masyarakat.
Nilai memberikan batasan dan tujuan dalam pemilihan cara-cara yang ditempuh dalam mewujudkan visi. Atas dasar lain itu maka tidak semua cara boleh ditempuh untuk mencapai visi Desa Prenduan maka nilai utama yang dijadikan pedoman antara lain Asas kebersamaan, keterbukaan, jujur, adil, demokratis, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Nilai-nilai tersebut harus melandasi jalannya roda pemerintahan maupun semua warga masyarakat Desa Prenduan, sehigga menjadi sebuah komunitas tingkat desa yang baik dengan karekteristik sebagai berikut:
a.       Transparan. Transparansi dibangun atas dasar kebebasan atau informasi. Adanya sifat keterbukaan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap semua informasi terkait, seperti berbagai aturan, kebijakan pemerintah desa diberbagai kegiatan. Proses-proses, lembaga-lembaga, dan informasi secara langsung dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Informasi harus dapat dipahmi dan dapat dimonitor. Pemerintah desa dalam memberikan pelayanan umum tidak membedakan atas dasar suku, agama dan ras.
b.      Dapat Dipertanggung Jawabkan (Akuntabel). Akuntabilitas adalah kewajiban untuk memberikan pertanggung jawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang/badan hukum/pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban. Para pembuat keputusan dalam pemerintah, sektor swasta dan masyarakat bertanggung jawab kepada publik dan lembaga-lembaga yang berkepentingan. Akuntablitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tersebut untuk kepentingan internal atau eksternal organisasi.
c.       Demokratis. Demokratis dalam arti masyarakat diberikan kebebasan dalam mengemukakan pendapat, berbeda pendapat dan menerima pendapat orang lain. Akan tetapi apabila sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab.
d.      Partisipatif. Setiap warga masyarakat Desa Prenduan mempunyai suara dalam pembuatan keputusan baik secara langsug maupun tidak langsung melalui perantaraan lembaga yang mewakili kepetingannya. Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif. Prinsip pembangunan adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karenanya rakyat harus dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yaitu dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pemeliharaan/pasca konstruksi.
e.       Profesional. Bagi pemerintah Desa Prenduan dalam melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan desa harus mengerjakan secara konsisten, terbuka terhadap kritik dan saran dalam rangka perbaikan kinerja pelayanan kepada masyarakat Desa Prenduan dan para pihak yang berkepentingan.
f.       Keadilan. Bagi semua pemerintahan Desa Prenduan, proporsional dalam pembagian beban kerja dan perolehan pendapatan dengan mengingat aturan yang berlaku. Bagi seluruh warga masyarakat, proposional dalam menerima pembagian beban tanggung jawab dan keuntungan baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan pembangunan desa yang ada
g.      Kesetaraan dan Keadilan Gender. Seluruh warga masyarakat Desa Prenduan tidak diperbolehkan membeda-bedakan perlakuan dan kesempatan atas dasar jenis kelamin dan orientasi seksual.
h.      Egaliter. Seluruh warga masyarakat Desa Prenduan mengakui bahwa pada dasarnya setiap orang mempunyai posisi dan berkedudukan yang sama.
i.        Kelestarian Lingkungan. Seluruh warga masyarakat Desa Prenduan berkewajiban menciptakan situasi dan kehidupan sosial yang ramah lingkungan.
j.        Merdeka. Semua warga masyarakat  desa Prenduan terutama pemerintah Desa Prenduan harus bebas dari campur tangan manapun, terutama pihak yang tidak berhak dan selektif dalam melakukan kerjasama dengan pihak lain.